Mapan Di Usia 30-an Apakah Bisa ? Ini Perinsip Yang Harus di Tanamkan Dalam Diri

Mapan Di Usia 30-an

Mapan Di Usia 30-an bagi sebagian anak muda mungkin ini menjadi tantangan tersendiri terlebih kalau orang tuanya mapan duluan apakah anaknya akan berpikiran sama? ada yang berpikir saya harus sukses seperti orang tua saya dan sebaliknya ini yang paling banyak hehehe saya mau leha- leha dulu toh orang tua mapan kok untuk apa susah- susah.

Untuk jaman dulu pemikiran leha- leha dulu memang bisa dilakukan tapi jaman sekarang itu akan membawa kita kepada kehancuran karena apa? sekarang persaingan semakin tinggi. Orang kaya atau mapan sekarang sudah banyak jadi tingkat persaingan di bidang apapun sekarang sudah tinggi sekali kalau kita santai maka akan kalah. Tanamkan Ini :

Mempunyai Pekerjaan Tetap

Mempunyai pekerjaan tetap tapi kalian juga musti mempunyai pekerjaan sampingan boleh itu bisnis online, freelance. Pekerjaan tetap adalah pekerjaan yang dilakukan sehari hari dan menghasilkan pendapatan tiap bulannya, sedangkan pekerjaan sampingan adalah pekerjaan yang menunjang pekerjaan utama dan itu dilakukan dalam waktu senggang.

Nah sekarang bagaimana kalau pekerjaan sampingan pendapatannya lebih besar daripada pekerjaan tetap? disinilah kita harus berfikir bahawa dengan adanya itu semua kita bisa saling melengkapi pendapatan tetap kecil tapi bisa di bantu oleh pendapatan sampingan. Begitupun apabila pendapatan sampingan lagi sepi masi ada pendapatan tetap.

Hidup Sederhana

Hidup Sederhana, pengertiannya bukan kita harus miskin ya teman teman. Tapi hidup bersahaja tidak untuk dipamerkan, misal padahal kita mampu beli barang tersebut tapi kita tidak membelinya karena belum membutuhkan dan lebih memanfaatkan yang ada atau yang dimiliki sekarang. Belilah barang sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan.

Bisa lihat bagaimana kesederhanaan seorang alm Bob Sadino dengan kecuekannya tapi dia mempunyai harta yang melimpah. Kalau di luar negri Ingvard Kamprad pendiri perusahaan furniture terbesar di dunia IKEA, Amancio Ortega pendiri brand Zara, Warren Buffet seorang pengusaha dan investor. Mereka lebih memilih hidup sederhana.

Hindarilah Gaya Hidup Hedonis

Hindarilah Gaya Hidup Hedonis lebih baik Fokus Pada Pendapatan. ini yang sering terjadipada anak muda sebagian besar di Indonesia atau mungkin di dunia hehehe yaitu apabila sudah mempunyai uang sendiri hasil jeripayahnya langsung beli barang yang diinginkan tidak peduli mahal atau tidak yang jelas biar keren dan orang kagum.

Baca Juga : Sukses Tidak Bentuk Materi Tapi Ada Beberapa Aspek Yang Mengelilinginya Jika Menjadi Satu Kesatuan Maka Itu Sukses Yang Sesungguhnya

Sebenarnya tidak masalah kita memamerkan apa yang sudah kita perjuangkan itu manusiawai tapi kalau sudah menjadi gaya hidup itu salah. Karena kita tahu orang yang tadinya kaya ujug ujug jatuh miskin banyak contohnya terutama artis- artis Hollyword seperti : Mischa Barton, Aaron Carter, 50 cent dll.

Investasi Untuk Diri

Investasi Untuk Diri dengan cara terus belajar dan menambah wawasan keilmuan sesuai bidang yang digeluti. Menyadarkan diri kita akan hal itu adalah suatu keharusan pada jaman ini. Terutama untuk para pebisnis karena jaman sekarang tidak menentu seperti contoh sekarang terjadi pandemi Covid 19 yang memakan banyak korban.

Enam bulan kebelakang saya yakin ga ada yang berpikir sebuah wabah yang bisa menghancurkan perekonomian dunia dalam beberapa bulan saja. Dimana Sebelumnya penjualan menggunakan cara tradisional alias konvensional. Setelah adanya wabah covid 19 tiap perusahaan didunia membentuk divisi penjualan online supaya barang yang ada terjual.

Bersedekah

Bersedekah supaya rejeki lancar mungkin sederhana tapi efeknya kita bisa merasakan dalam hati seperti ketenang jiwa, yang kita inginkan terlaksana. Dan kita harus berpikiran bahwa setiap harta yang didapat ada bagian orang lain didalamnya. Itu sebagai pembersih harta kita supaya berkah dan manfaat untuk orang lain.

Untuk mencapai level itu semua dibutuhkan konsistensi dan tekad dalam diri bahwa sebuah kesuksesan itu tidak instan. Dan kesuksesan tidak untuk usia tua tapi usia muda juga bisa diraih asalkan bisa menanamkan perinsip diatas pada diri kita. Banyak contoh pendiri Facebook, pendiri Apple, Pendiri Microsof.

Semua bertumbuh pada waktu mereka masih muda. Mempunyai visi hidup yang mungkin bagi sebagian orang aneh dan sulit terwujud. Tapi dengan tegad dan kerja keras mereka bisa sukses seperti sekarang. Bahkan perusahaannya terkenal di dunia. Mudah- mudahan ini menjadi pelajaran untuk kita semua dan bisa mewujudkan cita- cita. Semoga Bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *