Penjual Profesional VS Abal2 / Fake Bagaimana Membedakannya? Supaya Tidak Tertipu Sehingga Kita Nyaman Dalam Berbelanja Online

Penjual Profesional VS Abal2

Penjual Profesional VS Abal2 Dalam dunia jual beli yang namanya penipuan itu adalah hal biasa tinggal kita bisa memfilter mana penjual yang memang asli penjual mana penjual yang hanya ingin untung saja tanpa mengedepankan kualitas dari prodak yang di jual. Yang di beli prodak A yang datang prodak B atau prodaknya memang benar tapi tidak sesuai dengan yang di promosikan. Dan yang paling jeleknya adalah barangnya tidak dikirim dan kita sudah transfer

Mari kita kupas satu persatu apa sih perbedaan antara penjual profesional dan abal- abal (fake) : 1. Penjual Fake mereka lebih berorientasi kepada untung besar jangka pendek, mereka tidak memiliki tujuan jangka panjang dalam otaknya hanya duit semata. Penjual Profesional Memiliki Target jangka panjang dengan membangun kekuatan dan kesetabilan bisnis yang dijalankan dan orientasinya kemaslahatan bersama.

2. Penjual Fake suka banget SPAMING atau komen dilapak orang atau di group tiba tiba nawarin jualannya tanpa permisi kepada anggota group atau admin group. Atau DM ke akun orang atau no orang tanpa permisi langsung nawarin prodak. Penjual Profesional mengedepankan cara yang bersih dan berkah melihat costumer sebagai rekan bisnis yang harus berkembang bersama sehingga saling menguntungkan.

Mulailah Membiasakan Diri Kreatif

3. Penjual Fake tiap posting di semua akun media sosialnya isinya jualan semua tanpa ada jeda untuk berbagi tips atau yang lainnya. Sebagai marketing memang harus HardSelling tapi harus tahu kapan selling kapan posting yang lain. Penjual Profesional lebih membangun ketertarikan customer sehingga terjadi saling membutuhkan antara penjual dan pembeli. Dan ini biasanya panjang kerjasamanya.

4. Penjual Fake tidak sabar dan malas belajar kalau menemukan kendala bukannya ngulik atau bertanya malah langsung banting setir ke bidang lain tanpa merasa bahwa proses itu adalah suatu keharusan. Penjual Profesional Iktiar secara maksimal dalam mencari ilmu penjualan dan tidak gampang menyerah apabila ada kendala di depan. Nanya sana sini cari referensi lain di internet sehingga bertambah ilmu.

Baca Juga : Artis Populer Indonesia 2020 Antara Popularitas, Glamor, Penghasilan dan Sosial

5. Penjual Fake Comot banner atau foto atau video orang tanpa permisi tidak melatih diri sehingga menjadi keratif dalam mengembangkan bakat. Penjual Profesional upload sebuah konten baik itu banner, foto, video hasil dari kreatif sendiri apapun hasilnya bagus atau tidak kalau hasil sendiri pasti mempunyai kepuasan tersendiri. Dan ternyata sekelas perusahaan Google pun suka gambar atau video hasil sendiri.

Semangat Cari Ilmu

6. Penjual Fake lebih fokus memperbanyak jumlah follower dan like sebenarnya itu bagus tapi yang like dan follower harus dengan fokus dan target yang benar. Penjual Profesional dalam membuat sebuah konten lebih mementingkan kualitas dan value sehinga dengan sendirinya yang namanya folowers pasti akan datang sendiri begitu juga like. Ini merupakan sebuah langkah yang sangat tepat sekali.

7. Penjual Fake kurangnya ilmu dalam hal selling sehingga sembarangan dalam bikin caption. Ini memang sering terjadi pada beberapa orang yang baruterjun kedunia penjualan digital sedanya tapi kalau tiadk mau belajar itu yang bahaya. Penjual Profesional memakai ilmu untuk jualan online memang ada bidang2nya salah satu jualan di digital yaitu memakai Copywriting sehingga terarah dan tepat sasaran.

8. Penjual Fake biasanya kalau yang minta- minta itu pengemis ya begitu juga minta untuk di follback atau di follow sama orang baik saya follow tapi follow balik ya, sebisa mungkin itu harus di hindari kawan kawan. Penjual Profesional berdagang di online dengan tulus dan bermental baja pasti dalam membuat hal apapun akan menarik orang untuk mengikuti dia karena apa? ya berkualitas dan menarik pasti yang seperti itu auto follow

Nah apakah anda tipe yang seperti apa? jika ada salah satu yang negatif segera perbaiki karena persaingan di dunia digital marketing perih jendral hehehe becanda. Yang jelas kita harus terus menimba ilmu apapun itu supaya apa yang kurang bisa diperbaiki. Jangan lelah untuk belajar dan tetap semangat ditengah persaingan, jangan tinggalkan sedekah dan berdoa pada Tuhan Yang Maha Besar. Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *