Teliti Sebelum Membeli Barang, Itu Ungkapan Jaman Dahulu Tapi Sangat Ampuh Untuk Menahan Mata dan Hati Kita Untuk Niat Belanja Yang Tidak Seharusnya

Teliti Sebelum Membeli Barang

Teliti Sebelum Membeli Barang ungkapan kuno yang sangat relevan diwaktu sekarang dengan berkurangnya daya jual masarakat ditambah kejadian wabah covid 19 yang merugikan banyak manusia. Bagaimana tidak dengan pandemi itu aktifitas masarakan dibatasi demi mencegah penularan. Otomatis berpengaruh juga pada roda ekonomi masarakat terutama kalangan menengah kebawah.

Nah ini terjadi pada saya sendiri, memang tidak signifikan tapi itu menentukan kedepannya. Pagi ini saya saat mau pergi bekerja, dijalan saya melihat tukang nasi otomatis mata sudah melihat terus hati ingin membeli. Kendaraan saya parkir dan mulai pesen ke ibunya. Bu pesan Nasi Lengko, dalam hati alhamdulillah di Jakarta ada juga Nasi Lengko kesukaan saya di kota kelahiran yaitu Ciamis.

Baca Juga : Mendatangkan Trafik Jualan Online, Dengan Cara Apa Melakukannya

Sekilas saya melihat di keterangan Gerobaknya Nasi Uduk dan Nasi Lengko siapa yang tidak tergiur. Setelah saya mesan ternyata lah kok beda isinya ketimun yang diiris- iris, toge, kuah kacang dan kecap sambal ditambah kerupuk dan laukpauk lainnya. Yah tidak sesuai expestasi nih dalam hati bicara, kalau di daerah Ciamis dan Tasik yang namanya Lengko itu makanan berkuah yang isinya daging ayam dengan kuah santan.

Kebiasaan Yang Harus Di Cegah

Biasanya ada yang pake nasi atau pakai kupat atau lontong. Salahnya saya tidak menanyakan dulu ke ibu yang jualannya apakah sama dengan lengko yang saya tahu ternyata beda itu Nasi Lengko Khas Cirebon. Walahhhh ternyata nama sama tapi olahan dan rasa beda. Nyesek banget sih tidak namanya juga makanan hehehe telan saja lumayan untuk ganjal perut lagian halal hehehe.

Ini ada cerita lagi dari teman saya yang istrinya tertipu di online shop gara gara melihat baju untuk anak dengan foto bagus memakai akun wanita cantik tanpa tanya- tanya dulu sebagaimana layaknya kita menanyakan saat jual beli tatap muka atau konvensional. Istrinya teman saya langsung transfer dan setelah di transfer di cek lagi apakah sudah di kirim barangnya teryata diblok sama penjual abal- abal tersebut.

Dari cerita diatas ada baiknya kita menganut ajara jaman dulu yaitu “teliti sebelum membeli” dalam hal apapun itu karena kalau sudah tertipu atau hal yang jelek menimpa kita baru kita sadar. Makanya sebelum kejadian kita harus dibekali dengan pengetahuan supaya langkah yang kita tempuh tidak merugikan diri kita atau keluarga kita. Kehati hatian adalah kunci utama dalam hal apapun. Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *